Program Latihan Dasar Kepemimpinan Santri atau disingkat LDKS, menjadi
program rutin 2 tahunan oleh lembaga pendidikan SMPTQ AL AZKA dan SMATQ
EXCELLENT AL AZKA. Program LDKS tahap 2 telah dilaksanakan pada tanggal 08-09
Januari 2024 di Hambalang Camp, Agro wisata Villa Hambalang, Bogor, Jawa
Barat.
Selama 2 hari 1 malam
santri tingkat SMP dan SMA Al Azka dipadatkan dengan serangkaian kegiatan untuk
menjaga nilai-nilai kepemimpinan dan kedisiplinan santri. Seperti hari pertama
kegiatan seluruh santri mendapat pembekalan karakter dan disiplin dari 2
anggota TNI angkatan darat. Santri mendapat materi dan praktik kedisiplinan
layaknya prajurit TNI.
Mental dan fisik santri
di hari pertama sangat di uji, setiap santri yang tidak sesuai instruksi atau
arahan anggota TNI di kegiatan baris berbaris, akan langsung mendapatkan sanksi
di tempat. Kemudian pada sesi makan siang, santri harus mengikuti cara makan
prajurit TNI yakni dalam waktu 5 menit makan di depan santri harus sudah habis
tanpa sisa.
Di malam harinya santri
mengadakan kegiatan api unggun disertai dengan pembekalan materi oleh Ketua
Yayasan Al Azka Kamila Indonesia. “kegiatan LDKS harus menjadi sarana untuk
melatih kedisiplinan dan mempraktikkan materi-materi yang telah dipelajari di
LDKS ini di keseharian kalian di Pesantren” Ujar Ketua Yayasan.
Hari kedua santri
mengikuti kegiatan Jelajah Alam Bukit Hambalang, dengan menyusuri area kebun
masyarakat setempat dengan trek pendakian menanjak dan basah karena di hari
pertama hujan turun sepanjang malam. Trek jelajah alam yang dilalui oleh santri
berjarak sekitar 2 KM.
Kegiatan dilanjutkan
dengan outbound team building yang di pimpin oleh instruktur outbound
dari Hambalang Camp. Permainan outdoor yang diikuti santri melatih
konsentrasi dan kerjasama tim dalam menyesaikan permainan. Tawa gembira sangat
dirasakan oleh seluruh santri saat sesi kegiatan ini.
Kegiatan LDKS ke-2 ini
memiliki maksud dan tujuan yaitu untuk mengasah kembali mental dan fisik santri
untuk selalu siap bersikap disiplin dan memiliki karakter leadership dalam
segala hal. Mengingat kegiatan dan aturan pesantren sangat mengikat di
keseharian santri.